Disini saya akan coba berbagi tentang cara menganalisa tentang titik leleh atau melting point pada minyak sawit.
Melting Point adalah temperature atau sauhu dimana lemak atau minyak mulai meleleh/melebur.
Ruang lingkup
Dapat dipergunakan untuk semua lemak, baik lemak hewani ataupun nabati.
Misalnya pada Crude Palm Stearin,
Alat-alat
- Pipa kapiler diameter 1 mm, panjang 50 - 80 mm.
- Thermometer 100 oC dengan skala 1 oC.
- Beaker glass 600 ml.
- Hot plate dengan pengatur temperatur.
- Magnetic stirer.
- Lemari pendingin (kulkas).
- Panaskan sampel hingga meleleh dan homogenkan, jika perlu disaring dengan kertas saring
- Celupkan 2 - 3 ujung pipa kapiler kedalam lemak atau minyak .
- Tinggi minyak atau lemak dalam pipa kapiler 10 mm
- Tempatkan pipa kapiler tadi dalam beaker glass dan simpan dalam lemari pendingin pada temp -5 s/d 0 oC selama 2 jam.
- Setelah 2 jam keluarkan pipa kapiler dari lemari pendingin dan ikatkan dengan tali atau karet pada thermometer.
- Ujung pipa kapiler yang berisi lemak harus sama tingginya dengan tabung air raksa pada thermometer.
- Gantungkan thermometer dalam beaker glass yang telah berisi air sehingga thermometer yang tenggelam hanya 3 cm.
- Ujung pipa kapiler yang terbuka harus berada diatas permukaan air.
- Hidupkan hot plate dan stirer
- Catatlah temperatur saat lemak dalam pipa kapiler meleleh (melting point).
- Selisih titik leleh pada masing masing pipa kapiler lebih kurang 1 oC.
